Meniru dan Ditiru

oleh M. Amirullah

Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan 2010 FIP UNM

Pernahkah anda memperhatikan penampilan anda saat ini??, pernahkah anda melihat gaya berjalan anda? model pakaian anda? cara andar bertutur kata? ataupun cara anda makan dan minum???
Kebanyakan apa yang ada atau Nampak dalam perilaku kita saat ini adalah hasil belajar dari pengalaman bersama orang lain disekitar baik yang kita sadari ataupun tidak.
Perilaku mencontoh ini dalam psikologi sosial dinamakan dengan imitasi, Gabriel Tarde (Muhammad Anas, 2007) menjelaskan bahwa imitasi merupakan proses mencontoh terhadap sesuatu hal. Hal yang dicontoh tersebut bisa bersifat fisik, maupun non fisik. Proses imitasi ini berlangsung dari orang ke orang, dari kelompok ke kelompok, sehingga berlangsung suatu proses mencontoh yang berlangsung secara terus menerus.
Imitasi ini kata Pak Gabriel Tarde berlangsung dari orang ke orang dan atau kekelompok, tak heran banyak orang-orang disekitar kita yang sering berubah-ubah penampilannya dari hari kehari, tergantung dari fashion atau style yang trend pada saat itu.
Individu cenderung meniru orang lain karena disebabkan beberapa hal diantaranya adalah kurangnya informasi yang dimilki dan rasa takut terhadap celaan sosial (Muhammad Anas, 2007).
Imitas sebenarnya bukanlah hal yang negative, malah dapat menjadi sesuatu yang positif. Imitasi dapat bersifat positif jika kita mengimitasi hal-hal positif dari orang lain, misalnya ketika kita meniru cara belajar teman kita yang mendapatkan peringkat 1 dikelas, atau meniru cara Pak Jusuf Kalla dalam kegigihan beliau berbisnis sehingga kini beliau menjadi saudagar yang sukses.
Sayangnya saat ini banyak diantara kita yang lebih banyak melakukan imitasi terhadap hal-hal yang negatif, seperti kebiasaan merokok, bangun telat, malas membaca, sering begadang, dan minum minuman beralkohol. Hal ini terjadi karena kita berada dilingkungan atau bergaul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan-kebiasaan seperti itu. Alhasil kita meniru apa yang kita lakukan karena takut dianggap menyimpang, dari kelompok, dan kemudian takut ditinggalkan oleh orang-orang tersebut.
I am a Moslem
Nah buat teman-teman yang ngaku sebagai seorang yang muslim tentu saja harus mengimitasi Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang baik. Mengapa??? Karena beliau adalah orang paling berpengaruh didunia, pengusaha yang sukses dalam kehidupan dunia, guru yang terbaik bagi murid dan sahabatnya, suami yang Cinta dan dicintai oleh istrinya, Ayah yang sayang dan disayang oleh anaknya-anaknya, dan yang terpenting beliau adalah hamba Allah yang telah dijamin dijamin Masuk syurga.
Pertanyaannya, maukah anda menjadi Suami dan Ayah yang di sayangi oleh anak dan istri? Maukah anda menjadi Guru yang berpengaruh? Maukah anda menjadi pengusaha yang sukses? Dan yang terpenting MAUKAH ANDA MASUK SURGA….??? SERTA segala macam kesuksesan lainnya di Dunia dan Akhirat???
Untuk meraih semua itu satu-satunya cara adalah dengan mengimitasi Rasulullah SAW. Bukankah kita muslim? Bukankah kita umat Muhammad? Bukankah kita ingin sukses di dunia dan kelak MASUK SURGA??? Maka satu-satunya jalan dengan mengikuti beliau.
Mengikuti beliau tentu tanpa pilih-pilih sesuai dengan keinginan hawa nafsu, akan tetapi mencontoh beliau dalam segala hal dan dalam semua aspek kehidupan, serta dalam segala aktivitas mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.
Semua itu tentu saja dengan tujuan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW serta untuk mendapatkan Ridha (kasih sayang) dari Allah SWT.
INGAT!!! Karena seseorang masuk surga bukan karena amalan dan pahala yang telah ia usahakan di dunia, akan tetapi seseorang masuk ke dalam Syurga Allah SWT disebabkan karena Ridha Allah SWT. Dan salah satu cara untuk mendapatkan ridha Allah yakni dengan menegakkan Sunnah-sunnah*** Rasulullah saw.
Sunnah yang kami maksudkan disini adalah sunnah menurut ahli hadits yaitu, “apa yang disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu ’alaihi wassalam baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, atau sifat, baik fisik; akhlaq maupun perjalanan hidup, sebelum diangkat menjadi Nabi atau sesudahnya.” (http://abunamira.wordpress.com/2011/01/19/pengertian-sunnah/)

tulisan ini dapat juga dilihat di : muhammadamirullah14.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s