Generasi Besi Berkarat

Oleh Edil Wijaya Nur

Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan 2010 FIP UNM

Pemuda adalah generasi yang sangat diharapkan untuk bisa menjadi penerus di masa yang akan datang. Dengan semangat yang kuat, pemuda bagaikan secerca cahaya harapan yang muncul dalam benak kita di tengah berbagai kemelut yang terjadi pada bangsa ini.

Generasi harapan yang begitu didambakan untuk menjadi tulang punggung dimasa depan, dan menjadi orang-orang besar untuk memimpin bangsa ini, itulah pemuda. Dalam hal yang sangat khusus, pelajarlah yang dapat disematkan dalam kategori ini.

Dalam sudut dunia pendidikan, sangat membanggakan jika melihat generasi muda yang begitu banyak yang telah sekolah disana-sini. Mereka sangat melimpah diberbagai sudut instansi pendidikan yang ada.

Namun, tanpa kita sadari telah terjadi ironi yang sangat mengiris hati kita jika ingin menatap masa depan yang cerah jika melihat perspektif mereka dimasa yang akan datang. Kita semua berharap pada mereka untuk menjadi orang dengan keilmuan yang bermanfaat. Tapi, realitas yang ada sangat mengejutkan kita.

Realitas ini dapat kita lihat mulai dari bangku sekolah, SMP maupun SMA. Pelajar yang sudah jarang diantara mereka pergi ke sekolah bukan dengan niat tulus murni untuk mendapatkan ilmu sesuai dengan hakekatnya sebagai pelajar.  Kebanyakan dari mereka hanya menganggap hal tersebut sebagai sampingan, karena yang lebih penting masih ada. Seperti diantara mereka ada yang ke sekolah karena ingin bertemu dengan teman-teman satu kelompok mereka saja atau yang lebih parah, yaitu pacar. Yeah…racun yang telah lama sekali menjangkiti masyarakat pendidikan kita.

Dalam observasi yang saya lakukan dan dibantu oleh rekan-rekan yang lain di salah satu sekolah menengah, kami mendapatkan ada 82 % dari mereka yang seakan-akan menganggap sekolah itu hanya wadah bertemu dengan teman mereka. Adapula yang hanya merasa acuh tak acuh dengan pelajaran, dan lebih memilih untuk pergi bersama pacarnya.

Sungguh ironi yang begitu menyakiti hati jika diantara mereka nantinya ada yang ingin memimpin bangsa ini. Mereka tidak mengetahui bahwa pacaran itu merupakan hubungan yang dibangun diatas sebuah landasan hubungan yang sangat rapuh. Tidak memiliki ikatan dan kejelasan yang valid. Bagaikan minyak di atas air yang begitu disentuh langsung pecah.

Memang harus kita akui sendiri bahwa, masa remaja adalah masa pencarian jati diri, namun perlu pula kita ketahui bahwa cara mereka mencari jati diri sangatlah salah. Peran orang tua pun dipertanyakan, bagaimana mereka mendidik anak mereka.

Dorongan-dorongan seksual yang meluap-luap pada usia 16-18 tahun memang sangat sulit dibendung namun bukan berarti tidak bisa. Sesuai dengan konsep dalam pendekatan behavioristik bahwa dalam konsep S – R terdapat tahapan yang mampu membendung kelakuan negatif.

Stimulus (S) – Respon (R) => Stimulus (S)- Anticedent (A)-Receptor – Organisme- Efektor- Respon

Kemampuan kognisi berpikir manusia seharusnya mampu membendung hal ini, jika mereka memiliki kemampuan berpikir yang lebih dewasa lagi, maka mereka akan lebih memilih untuk fokus kepada masa depan mereka dalam hal ini belajar.

Namun, sangat disayangkan kenyataan yang terjadi, setelah tamat sekolah kebanyakan dari mereka menjadi “Besi Berkarat” yang entah mau melakukan apa. Emas, perak dan perunggu hanya sedikit dari mereka yang mau melanjutkan pendidikan.

Adapun yang mau bekerja, tapi tidak memiliki kecakapan hidup yang mumpuni. Mereka hanya bisa menyesali berbagai kerugian yang mereka lakukan semasa sekolah. Mereka tidak berpikir bahwa mau jadi apa saya nanti. Yeah….itulah yang banyak orang katakan sebagai “Generasi Besi Berkarat”.

Untuk itu, saya seru kepada para generasi muda yang ada sekarang ini. Jadilah manusia tangguh yang memiliki perspektif yang jelas dan memiliki kecakapan hidup yang baik. Milikilah minimal satu keterampilan yang jelas untuk menjadi modal kalian jika kalian tidak mampu melanjutkan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi.

Kalianlah harap bangsa ini, harapan keluarga kalian. Jangan sampai kalian terpedaya oleh kuatnya zaman yang begitu luar biasa sekarang ini.

tulisan ini dapat juga dilihat di www.edilkons10.wordpress.com

sumber gambar : http://ahimzafatih.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s