Sejarah ISIS dan Pernyataan Para Ulama tentang ISIS

SCRN FIP UNM – Bismillahirrahmanirrahim. Selamat datang di blog kami. Kali ini kami berbagi info mengenai ISIS yang sekarang menjadi topik yang sering dibicarakan. Sebenarnya apa itu ISIS ? ISIS singkatan dari Islamic State Of Iraq and Syria. Berikut ini sejarah singkat ISIS

ISIS sebelumnya adalah bagian dari Al-Qaidah. Dibawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ISIS sempat menyatakan diri bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. Namun karena metode ISIS/ISIL dianggap bertentangan dengan Al-Qaidah lantaran telah berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah, ISIS dianggap tidak lagi sejalan dengan Al-Qaidah. Sebagai balasannya, Front Al-Nusra lalu melancarkan serangan perlawanan terhadap ISIS/ISIL guna merebut kembali kontrol atas Abu Kamal, wilayah timur Suriah yang berbatasan dengan Irak. Namun karena kebrutalan dan ambisi dari ISIS yang tidak segan melakukan penyiksaan bahkan pembunuhan terhadap para penentangnya, ISIS bisa menguasai sebagian besar wilayah Irak. Bahkan dibawah kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ISIS mendeklarasikan Negara Islam di sepanjang Irak dan Suriah dan juga menyatakan Al-Baghdadi akan menjadi pemimpin bagi umat muslim di seluruh dunia.

Pada 15 Mei 2010 Diangkatlah pemimpin baru yaitu Abu Bakar Al-Baghdady untuk menggantikan Abu Umar Al Baghdady yang telah meninggal. Seiring dengan Revolusi di Jazirah Arab yang dikenal dengan Musim Semi Arab dalam menumbangkan para diktator seperti yang terjadi di Tunisia, Libya dan Mesir, maka terjadi pula revolusi di Suriah, hanya saja demonstrasi rakyat di Suriah disambut dengan kekerasan dari Tentara Presiden Bashar Assad. Akibatnya Rakyat Suriah melakukan perlawaan dalam kelompok-kelompok bersenjata. Kelompok-kelompok ini dibantu oleh para pejuang dari luar negeri termasuk dari Negara Islam Irak. Dan ketika kelompok-kelompok pejuang rakyat Suriah ini akhirnya mampu membebaskan beberapa kota termasuk wilayah perbatasan dengan Irak maka menyatulah beberapa kota di Irak dan di Suriah dalam kontrol Negara Islam Irak.

Kenyataan ini akhirnya membuat Negara Islam Irak mendeklarasikan Negara Islam Irak dan Syam pada 9 April 2013 dengan Pemimpinnya yaitu Abu Bakar Al-Bagdhdady juga. Pada Maret 2014 wilayah yang telah dikontrol oleh Negara Islam Irak dan Syam meliputi sekitar 400.000 km2 yang berarti lebih luas dari beberapa negara Arab seperti Qatar, Emirat Arab, Bahrain, Yaman, Lebanon dan lain-lain. Pada kota-kota yang berhasil dikuasai Negara Islam Irak dan Syam menyediakan fasilitas umum meliputi penyediaan listrik, transportasi, sekolah dengan buku-bukunya, kegiatan ekonomi seperti pasar, toko, pabrik roti, layanan internet, media (koran) , pengadilan dan pengamanan dari kriminalitas.

Tidak seperti di wilayah Irak, maka di wilayah Syuriah ISIS terlibat konflik dengan kelompok pejuang Syuriah lain seperti Jabhat An Nusrah, Jabhah Islamiyah, Ahrar AS Syam dan lain-lain. Untuk meredakan konflik antar kelompok pejuang Suriah ini kemudian para ulama yang dianggap netral menggelar inisiatif untuk membentuk mahkamah syariah. Tetapi inisiatif ini tidak berjalan karena ISIS menolak pembentukan mahkamah syariah. Akibat dari penolakan ini dan karena statemen-statemen ISIS yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok lain sebagai kafir (takfiri), maka kelompok lainnya menganggap ISIS sebagai khawarij. Sehingga para ulama membagi konflik di Suriah ini menjadi 3 pertentangan aliran yaitu Syiah (dari pemerintah pimpinan Presiden Bashar Assad) kemudian kelompok Khawarij (ISIS) dan kelompok Ahlussunnah waljamaah (dari kelompok pejuang Syuriah lainnya seperti Jabhat An Nusra, Ahrar As Syam, Jabhah Islamiyah dan lain-lain).

Berikut ini pernyataan sejumlah ulama, mulai dari Syaikh DR Yusuf Qardhawi hingga ulama NU dan Muhammadiyah.

Yusuf Qardhawi

Yusuf Qardhawi 150x200Persatuan Ulama Muslim Internasional yang dipimpin oleh Syaikh DR Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa khilafah yang didirikan oleh ISIS tidak syah secara syariat. Deklarasi khilafah dan mengangkat seorang khalifah oleh ISIS, dilanjutkan dengan menuntut umat Islam seluruh dunia untuk tunduk dan taat kepadanya, serta mengedepankan kekerasan dinilai bertentangan dengan syariat Islam.

“Kami juga mengharapkan khilafah Islam bisa berdiri dengan cepat. Hari ini, tidak menunggu esok hari. Tapi khilafah yang didasarkan pada manhaj Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dan syura. Bukan seperti yang dideklarasikan ISIS, yang malah mengakibatkan banyak bahaya kepada Sunni di Irak dan juga kepada revolusi di Suriah,” demikian pernyataan Persatuan Ulama Muslim Internasional, 4 Juli 2014.

Diantara bahaya ISIS, menurut organisasi ulama paling berpengaruh ini, adalah kekerasan yang dilakukannya yang kini menimbulkan kesan bagi masyarakat internasional bahwa khilafah identik dengan kekerasan dan membunuh kelompok lain yang tidak sependapat dengannya.

Ahmad Ar Raysuni

Ahmad Ar Raysuni 150x200Syaikh Ahmad ar Raysuni menyatakan, khilafah yang didirikan oleh ISIS adalah ilusi dan khurafat. Sebab, ISIS telah mendeklarasikan khilafah dengan pedang dan perang, sedangkan orang-orang yang membaiat khalifah mereka tidak dikenal.

“Apa yang disebut ISIS sebagai kekhalifahan Islam di Irak, secara ilmiah maupun syariat, tidaklah lebih dari sekedar ilusi, fatamorgana dan mimpi belaka,” kata ulama itu, 3 Juli 2014.

“Kekhalifahan ini adalah khurafat belaka. Baiat yang mereka klaim adalah baiat yang dilakukan oleh orang-orang bodoh yang berkeliaran di gurun atau tinggal di dalam goa-goa pegunungan, atau orang-orang yang tak dikenal. Karena itu, baiat demikian hanya mengikat orang-orang yang menyatakan baiat itu sendiri, sedangkan untuk orang lain sama sekali tidak ada nilainya,” tambahnya.

Ar Rasyuni menilai, ISIS tak lebih dari sebuah fiksi yang berasal dari Iraq.

Din Syamsuddin

Din Syamsuddin 150x200Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan bahwa ISIS bertentangan dengan kadiah Islam. Karenanya, umat Islam diminta untuk mewaspadai dan tidak terpengaruh dengan agitasi kelompok sektarian itu.

“ISIS menempuh cara-cara kekerasan, memaksakan kehendak, mengancam/meneror, dan membunuh orang yang tidak berdosa,” kata Din Syamsuddin, 4 Agustus 2014.

Din Syamsuddin menegaskan, cara itu bertentangan dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tokoh Muhammadiyah ini juga meminta umat Islam seluruh dunia untuk menolak ISIS.

Hasyim Muzadi

hasyim Muzadi 150x200Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi meminta umat Islam tidak termakan provokasi ISIS dan tidak mendukung kelompok itu.

“Saya menyerukan agar umat Islam, khususnya kaum Nahdliyin di mana pun berada, tidak ikut-ikutan mendukung ISIS, dan sekaligus tidak membuat perpecahan di kalangan kaum muslimin,” kata Hasyim Muzadi, 3 Agustus 2014.

Diantara hal yang disorot oleh Hasyim Muzadi, ISIS merasa sebagai Islam yang paling benar dan menghalalkan segala cara. Ia juga menyindir kelompok itu sebagai kelompok khawarij. (Ibnu K/beritapopuler.com)

 

Wallahu ‘alam

 

Sumber :

http://beritapopuler.com/siapa-isis-ini-pernyataan-para-ulama/

http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Islam_Irak_dan_Syam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s