Keutamaan Negeri Syam

SCRN FIP UNM – Bismillahirrahmanirrahim. Dalam sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi “Pergilah ke Syam, karena ia adalah Bumi pilihan Allah, Dia memilih hamba – hamba terbaik-Nya untuk kesana. Jika kalaian tidak mau, maka pergilah ke Yaman kalian dan minumlah dari telaga – telaga kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al-Hakim. Dishahihkan oleh al-Albani).

Negeri Syam adalah sebuah wilayah yang meliputi Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah. Banyak keutamaan, kebaikan dan berkah yang dianugerahkan Allah di negeri tersebut. Berikut ini keutamaan – keutamaan negeri Syam.

1. Syam adalah Negeri para Rasul dan Nabi

Salah seorang ulama Syam, Imam Izz bin Abdussalam dalam kitabnya Targibu Ahlil Islam Fi Sukna Biladisy-Syam menafsirkan kalimat Bumi yang kami telah berkahi dalam surah Al-Anbiya ayat 7 dan kalimat kami berkati sekitarnya dalam surah Al-Isra ayat 1 dengan negeri Syam.

Imam Hasan Basri dan Qotadah Sadusi menafsirkan kata Bumi dalam surah Al-A’raf ayat 137 dengan bagian Timur dan bagian Barat adalah Syam.

Sebagian para ulama menafsirkan keberkahan yang terdapat di negeri ini disebabkan para rasul dan para nabi. Sebagian lain menyatakan bahwa keberkahan negeri ini dengan keberkahan buah-buahan dan sumber – sumber air yang ada.

2. Penduduk Syam senantiasa berada di atas al-haq yang dominan hingga datang Kiamat

Dalam sebuah hadits disebutkan :

“Jika penduduk Syam rusak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang dimenangkan oleh Allah, tak terpengaruh orang yang mengembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang hari Kiamat.” (Shahih, HR. Tirmidzi (2192), beliau berkata : Hadits Hasan Shahih, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani)

3. Doa Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam meminta berkah untuk negeri Syam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ya Allah, berilah kami berkah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami berkah pada negeri Yaman.” Para sahabat bertanya : termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa : “Ya Allah berilah kami berkah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami berkah pada negeri Yaman.”

Para sahabt masih bertanya : termasuk Nejed ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Di sana (Nejed) terjadi gempa dan huru – hara dan di sana muncul dua tanduk syetan.” (Shahih, HR. Bukhari no. 1037, 7094, Tirmidzi (3953), Ahmad (2/90, 118), As-Shahih (5246)).

Catatan : Yang dimaksud dengan Nejed dalam hadits ini adalah Iraq.

4. Negeri Syam dinaungi sayap malaikat rahmat

Diriwayatkan oleh Sahabat mulia Zaid bin Tsabit radiallahu ‘anhu, dia berkata : “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang menulis Al Qur’an dari pelepah kayu, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kebaikan pada nnegeri Syam. Kami bertanya, Mengapa wahai Rasulullah ? Beliau bersabda : “Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.” (Shahih, HR. Tirmidzi, no 3954, Ahmad, 35/483. Dishahihkan oleh Imam Al-Arna’ut, Al-Albani)).

5. Syam adalah negeri iman dan Islam saat terjadi huru – hara dan peperangan dahsyat

Dalam hadits shahih di sebutkan :

“Aku bermimpi melihat kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.”  (Shahih, Al-Hakim (4/509), Abu Nu’am dalam Hilyah (5/252), dishahihkan oleh Imam Al-Hakim, Al-Haitsami dan Al-Albani (Majma’ Zawa’id (10/591))

6. Syam merupakn pusat negeri Islam di akhir zaman

“Salamah bin Nufail berkata: aku duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka saat itu ada seseorang yang berkata kepada nabi : Wahai Rasulullah, aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

“Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh – musuhnya, Allah sesatkan hati – hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rezeki dari mereka (berupa ghamimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang) dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (Shahih, HR. Imam An-Nasa’i, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa’i (3563)).

7. Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman dan satu pasukan lagi di Iraq.” Ibnu Hawalah bertanya : “Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba – hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam- kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (Shahih, HR. Abu Dawud (2483) Imam Ahmad (4/110) Al-Hakim, dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani).

8. Syam menjadi tempat turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Tepatnya di kota Damaskus, wilayah Syam, Nabi Isa akan turun disana, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Nabi Isa alaihi salam akan turun berdekatan dengan menara putih di Timur Damsyik, dengan memakai pakaian kuning. Dua telapak tangannya terletak di atas sayap dua malaikat. Apabila dia menundukkan kepalanya menitislah air. Apabila dia mengangkat kepalanya lagi, turunlah daripadanya seperti untaian mutiara.” (HR. Muslim)

9. Kematian Dajjal terjadi di Syam

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Al-Masih Dajjal akan datang dari arah Timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, disana ia dibinasakan, disana dibinasakan.” (Shahih, HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Ahmad Syakir, Al-Arna’ut, dll).[]

10. Syam adalah negeri titik temu dan titik tolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) …” (Shahih, HR. oleh Syeikh Al-Albani dalam “Al-Jami’ As-Shagir)

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Akan keluar api besar pada akhir zaman dari arah Hadramaut, api tersebut akan menggiring manusia. Lalu kami bertanya : apa yang engkau perintahkan jika kami ada saat itu wahai Rasulullah ?, Maka beliau bersabad : “Hendaklah kalian berada di Syam.” (Shahih, HR. Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani).[]

Maraji’: “Fadhailus Syam Wa Ahlihi” Karya Abu Hamzah Al-Gharib…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s