Hukum Menuntut Ilmu dan Keutamaan Ilmu Agama

FormatFactoryKeutamaan Ilmu

SCRN FIP UNM – Bismillahirrahmanirrahim. Islam adalah agama pembawa rahmat bagi alam semesta. Dalam Islam, semua penganutnya diajarkan untuk terus berbuat kebajikan kapan pun dan dimanapun yang sesuai dengan syariah. Salah satu ajaran Islam, yaitu menuntut ilmu. Hari ini yang bertepatan pada tanggal 2 Mei, di Indonesia diperingati Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan tentunya sangat berkaitan dengan ilmu. Dalam pendidikan, setiap masyarakat memiliki hak untuk menuntut ilmu yang dengan bertujuan mendidik dan membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan cerdas.

Kembali membahas masalah ajaran Islam tentang ilmu. Dalam Islam, hukum menuntut ilmu dibagi menjadi tiga, yaitu

1. Fardhu ‘Ain

Ilmu wajib atas semua muslim laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini, ilmu yang dimaksud ialah ilmu tentang ibadah kepada Allah Ta’ala seperti shalat, zakat, puasa dan ibadah-ibadah wajib lainnya.

2. Fardhu Kifayah

Yang dimaksud dengan Fardhu Kifayah ialah hukum yang wajib atas semua muslim, namun jika sudah ada yang menunaikannya, maka lepaslah kewajiban muslim yang lainnya, contoh, shalat jenazah. Seorang muslim, wajib mempelajari ilmu – ilmu yang mendukung jalannya dakwah Islamiyah, seperti mempelajari ilmu kedokteran, arsitektur, teknologi dan ilmu dunia lainnya. Namun, kewajiban mempelajari ilmu tersebut akan lepas bagi muslim yang lainnya jika sudah ada yang mempelajarinya. Islam ini butuh seorang muslim yang ahli kedokteran, ahli arsitektur dan lain-lain. Dengan hadirnya muslim yang ahli ilmu agama dan dunia, maka akan mendukung jalannya dakwah lebih baik sehingga dakwah dapat bisa diterima dengan baik pula.

3. Sunnah

Ilmu – ilmu yang hukumnya sunnah, seperti ilmu peradilan agama Islam dan lain-lain.

Itulah hukum-hukum menuntut ilmu, maka kita sebagai muslim jangan malas menuntut ilmu, karena dengan ilmu, seorang muslim dapat beribadah kepada Allah sesuai ajaran-Nya dan Rasul.

Mengenai keutamaan ilmu agama bagi seorang muslim, dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang berarti “…Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar : 9). Kesimpulan ayat ini bahwa adanya perbedaan orang yang menuntut ilmu dan bukan penuntut ilmu. Orang yang paham ilmu agama akan mengetahui yang mana halal, haram, sunnah, makruh dan lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda , “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jalan ilmu adalah jalan menuju surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda , “Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

Sekian artikel yang ringkas ini, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada salah kata. Wassalam.

Sumber :

Buletin Al Wasath

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s