Cara Para Ulama Salaf Menuntut Ilmu

SCRN FIP UNM – Bismillahirrahmanirrahim. Mencari ilmu tidak ada batasan umur, bahkan para ulama salaf terdahulu mereka juga mencari ilmu dari kecil hingga meninggal dunia. Jika kita pelajari sejarah para ulama tersebut, dari kecil hingga akhir hayat mereka selalu bersama ilmu. Mereka pun meninggal bersama ilmu. Namun diantara tingkat umur manusia, yang paling baik untuk menuntut ilmu adalah pada saat masih kecil. Sebab pada saat masih kecil, pikiran kita masih jernih, akal masih segar untuk menangkap ilmu dan bertahan. Sebagaimana yang dikatakan oleh ulama tabi’in Hasan Al-Basri, “mencari ilmu di masa kecil itu mengukir di atas batu” dan ulama Al-Qama mengatakan “apa saja yang saya hafal saat muda dulu, sampai sekarang ini saya masih ingat seperti membaca di atas kertas”. Subhanallah, memang benar bahwa apa yang kita hafal saat masih kecil lebih mudah teringat daripada hafalan yang baru kita hafal di kemudian hari.

Adapun modal dalam menuntut ilmu bukanlah hafalan semata. Kita sebagai penuntut ilmu juga harus menulis. Imam Syafi’i mengatakan bahwa “ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kokoh. Alangkah bodohnya jika kita mendapatkan kijang (binatang buruan) namun kita tidak mengikatnya hingga akhirnya lepas di tengah-tengah manusia”. Oleh karena itu kita perlu menulis saat belajar sambil menghafalnya pula.

Luqman Al-Hakim berpesan kepda anaknya, “wahai anakku bersandinglah kamu dengan ulama, rapatkan lututmu dengan lututnya. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghidupkan hati dengan ilmu, sebagaimana bumi ini yang mati dengan air hujan yang turun dari langit”. Beliau juga berpesan kepada anaknya, “janganlah kamu belajar untuk menyaingi para ulama, untuk bisa sombong di depan orang-orang belum tahu dan untuk bisa tampil di majelis-majelis taklim… Wahai anakku, pilihlah majelis taklim dan jika engkau melihat orang berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka hadirilah majelis tersebut, jika engkau tahu maka ia akan memperoleh manfaat darimu dan jika engkau tidak tahu maka mereka akan mengajari kamu”. Luqman Al-Hakim adalah tokoh yang dikenal bijak. Kata-katanya diberkati oleh Allah Azza Wa Jalla sehingga namanya pun kini di abadikan dalam Al Qur’an

Demikianlah cara para ulama menuntut ilmu, marilah kita terus menuntut ilmu karena dengan ilmu Allah akan mengangkat derajat kita. Silahkan baca juga Hukum Menuntut Ilmu dan Keutamaan Ilmu Agama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s