Refleksi Berlembaga : Dakwah atau Egosentris

Picture1 copy

Refleksi Berlembaga : Dakwah atau Egosentris

        Setelah reformasi 1998, arah pergerakan mahasiswa menjadi bercabang-cabang. Khususnya pergerakan dakwah mahasiswa yang hingga kini tetap menunjukkan eksistensinya dalam berlembaga. Kemampuan mengelola pikiran, pergerakan dan keilmuan menjadi satu padu dalam mencapai tujuan bersama. Mahasiswa adalah salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam lahirnya generasi harapan bangsa. Lembaga Dakwah Kampus adalah sarana untuk mencapai tujuan bersama yang kita inginkan. LDK bukan hanya berfungsi sebagai Lembaga formatif namun juga sebagai Lembaga normatif kampus yang mencerminkan karakter LDK itu sendiri. Lebih jauh, LDK adalah layar utama dalam dakwah kampus. Tidak untuk kepentingan golongan atau pribadi.

Norma utama dalam berlembaga adalah AD dan ART yang disusun dalam sebuah Musyawarah Besar atau Muktamar. Taat dan patuhnya kita pada AD dan ART akan menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian tujuan Lembaga. Terutama ketaatan kepada pemimpin. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” [An-Nisaa: 59]. Pemimpin menjadi nahkoda utama dalam sebuah Lembaga. Sosok kunci pengendali arah sebuah Lembaga ini menjadi sangat sentral dalam menentukan sikap, kebijakan, pergerakan, serta arah politik Lembaga. Sikap berlembaga akan tampil dan dipertanggungjawabkan oleh pemimpin sebuah LDK. Jika pemimpin tidak mampu lagi menunjukkan dirinya sebagai pengontrol dan penentu kebijakan Lembaga maka dikhawatirkan sebuah Lembaga tidak akan harmonis lagi untuk bersama mencapai tujuan.

Kecapakan emosional menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Komunikasi yang dibarengi dengan kemampuan berpikir logis dan jernih merupakan salah satu cara Rasulullah menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. Kita tentu mengetahui kisah seorang pemuda yang datang kepada Rasulullah. Dan meminta izin untuk berzina. Anda tahu, ia meminta izin untuk melakukan maksiat yang bukan sembarang maksiat. Ia meminta izin melakukan dosa besar. Orang-orang telah mengerumuninya dan mencelanya. Lalu apa sikap Rasulullah terhadapnya? Apakah Rasulullah membentak-bentaknya dan marah bahwa permintaannya itu terlalu lancang dan termasuk dosa besar ? Tidak. Rasulullah justru menyuruh orang-orang membiarkan pemuda tersebut dan beliau berkata kepadanya, “Mendekatlah padaku.” Setelah orang itu mendekat, Rasulullah mengajaknya berdialog dan berpikir. Rasulullah bertanya apakah ia rela bila zina tersebut menimpa ibunya, anak perempuannya, saudarinya, ataupun bibinya? Mendengar tuturan Rasulullah, lelaki tersebut menjadi sadar. Rasulullah mendoakannya dan semenjak itu hilang keinginannya untuk berzina.

SCRN FIP UNM merupakan Lembaga dakwah kampus di Fakultas Ilmu Pendidikan. Pengurusnya adalah calon-calon guru masa depan. Orang yang kelak akan menjadi salah satu kunci penggerak pembangunan manusia bangsa ini. Bekerja dengan ikhlas tanpa melibatkan hawa nafsu akan menghasilkan pahala dan berkah dari Allah untuk kita semua. SCRN FIP UNM merupakan

Lembaga yang berdiri sendiri secara de facto dan de jure dengan norma tertinggi yakni AD dan ART. Tidak mendapat tekanan dan pengaruh secara vertikal maupun horizontal dari pihak mana pun. Taat dan patuh terhadap keputusan pimpinan akan membawa kita lebih jauh dari dosa.

Semoga kita semua diampuni oleh Allah Azza wa jalla. Masing-masing dari kita akan diminta pertanggungjawaban kelak di hadapan Rabb

Repost @26 November 2016

Edil Wijaya Nur, S. Pd., Gr.

(Sekretaris Umum SCRN FIP UNM 2012-2013)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.