SEMINAR PENDIDIKAN SCRN FIP UNM – Mengupas tuntas tentang pendidikan

Lembaga Dakwah Fakultas Study Club Raudhatun Ni’mah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, sukses menggelar Seminar Pendidikan dengan tema mewujudkan generasi emas Indonesia, seminar ini dihadiri oleh 457 peserta, yang berasal dari berbagai kalangan. pada sabtu (08/12/18).

Acara ini dibuka oleh wakil dekan 3 FIP UNM, Dr. Pattaufi, S.Pd., M.Si dalam sambutannya memberikan apresisasi yang tinggi kepada LDF SCRN FIP UNM yang mampu melaksanakan kegiatan Seminar Pendidikan yang tentunya menjadi sebuah terobosan dalam memperbaiki wajah pendidikan di Indonesia sehingga mampu mencetak generasi generasi emas Indonesia.

“Konsep pendidikan seutuhnya bukan hanya berbicara tentang pendidikan informal saja, namun keluarga dan masyarakat pun turut andil didalamnya sehingga dibutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai sistem pelaksanaan pendidikan dikeluarga, sekolah dan masyarakat” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Pantdja Nurwahidin, M.Pd (Kepala bidang manajemen guru dan tenaga pendidikan kota makassar) sebagai keynote speaker, mengatakan bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sendi kehidupan, bahkan Allah Subhana Wa Ta’ala mengangkat derajat orang orang yang berilmu beberapa derajat dari orang yang beriman.

“Mudah mudahan saja kegiatan Seminar Pendidikan ini mampu memberikan masukan masukan terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia sehingga mampu mencapai visinya pada tahun 2045 Indonesia Emas ditambah lagi dengan bonus demografi (Usia Produktif)” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua orang pemateri, Dr. Suarlin, S.Pd., M.Si membahas tema Menyongsong Generasi Emas Indonesia. Ustad Sirajuddin Qosim, Lc. membahas tema Menuai Generasi Emas Islam.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian piagam penghargaan kepada kedua pemateri.

Refleksi Berlembaga : Dakwah atau Egosentris

Picture1 copy

Refleksi Berlembaga : Dakwah atau Egosentris

        Setelah reformasi 1998, arah pergerakan mahasiswa menjadi bercabang-cabang. Khususnya pergerakan dakwah mahasiswa yang hingga kini tetap menunjukkan eksistensinya dalam berlembaga. Kemampuan mengelola pikiran, pergerakan dan keilmuan menjadi satu padu dalam mencapai tujuan bersama. Mahasiswa adalah salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam lahirnya generasi harapan bangsa. Lembaga Dakwah Kampus adalah sarana untuk mencapai tujuan bersama yang kita inginkan. LDK bukan hanya berfungsi sebagai Lembaga formatif namun juga sebagai Lembaga normatif kampus yang mencerminkan karakter LDK itu sendiri. Lebih jauh, LDK adalah layar utama dalam dakwah kampus. Tidak untuk kepentingan golongan atau pribadi.

Norma utama dalam berlembaga adalah AD dan ART yang disusun dalam sebuah Musyawarah Besar atau Muktamar. Taat dan patuhnya kita pada AD dan ART akan menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian tujuan Lembaga. Terutama ketaatan kepada pemimpin. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” [An-Nisaa: 59]. Pemimpin menjadi nahkoda utama dalam sebuah Lembaga. Sosok kunci pengendali arah sebuah Lembaga ini menjadi sangat sentral dalam menentukan sikap, kebijakan, pergerakan, serta arah politik Lembaga. Sikap berlembaga akan tampil dan dipertanggungjawabkan oleh pemimpin sebuah LDK. Jika pemimpin tidak mampu lagi menunjukkan dirinya sebagai pengontrol dan penentu kebijakan Lembaga maka dikhawatirkan sebuah Lembaga tidak akan harmonis lagi untuk bersama mencapai tujuan.

Kecapakan emosional menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Komunikasi yang dibarengi dengan kemampuan berpikir logis dan jernih merupakan salah satu cara Rasulullah menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. Kita tentu mengetahui kisah seorang pemuda yang datang kepada Rasulullah. Dan meminta izin untuk berzina. Anda tahu, ia meminta izin untuk melakukan maksiat yang bukan sembarang maksiat. Ia meminta izin melakukan dosa besar. Orang-orang telah mengerumuninya dan mencelanya. Lalu apa sikap Rasulullah terhadapnya? Apakah Rasulullah membentak-bentaknya dan marah bahwa permintaannya itu terlalu lancang dan termasuk dosa besar ? Tidak. Rasulullah justru menyuruh orang-orang membiarkan pemuda tersebut dan beliau berkata kepadanya, “Mendekatlah padaku.” Setelah orang itu mendekat, Rasulullah mengajaknya berdialog dan berpikir. Rasulullah bertanya apakah ia rela bila zina tersebut menimpa ibunya, anak perempuannya, saudarinya, ataupun bibinya? Mendengar tuturan Rasulullah, lelaki tersebut menjadi sadar. Rasulullah mendoakannya dan semenjak itu hilang keinginannya untuk berzina.

SCRN FIP UNM merupakan Lembaga dakwah kampus di Fakultas Ilmu Pendidikan. Pengurusnya adalah calon-calon guru masa depan. Orang yang kelak akan menjadi salah satu kunci penggerak pembangunan manusia bangsa ini. Bekerja dengan ikhlas tanpa melibatkan hawa nafsu akan menghasilkan pahala dan berkah dari Allah untuk kita semua. SCRN FIP UNM merupakan

Lembaga yang berdiri sendiri secara de facto dan de jure dengan norma tertinggi yakni AD dan ART. Tidak mendapat tekanan dan pengaruh secara vertikal maupun horizontal dari pihak mana pun. Taat dan patuh terhadap keputusan pimpinan akan membawa kita lebih jauh dari dosa.

Semoga kita semua diampuni oleh Allah Azza wa jalla. Masing-masing dari kita akan diminta pertanggungjawaban kelak di hadapan Rabb

Repost @26 November 2016

Edil Wijaya Nur, S. Pd., Gr.

(Sekretaris Umum SCRN FIP UNM 2012-2013)

 

Sepenggal cerita Mahasiswa KKN-PPL UNM 2018 “Dakwah Itu tidak selalu harus diatas Mimbar”

IMG-20181019-WA0017.jpg

Sekelompok mahasiswa KKN-PPL terpadu UNM angkatan XVII tahun 2018, di Kelurahan Cabenge kecamatan Lirililau, Soppeng, kembali mengaktifkan proses pendidikan Al Qur’an Di TPA Masjid Raodhatul Jannah…

Ketua kelompok mahasiswa KKN-PPL TERPADU ini, Moh. Gatrawan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengaktifkan kembali TPA yang beberapa waktu lalu sempat tidak berjalan.

“9 pengajar + kurang lebih 20 an siswa tadi. Tapi kayaknya bakalan bertambah, Sebab Sosialisasi ka juga” tandas beliau saat dihubungi via pesan WhatsApp.

Beliau juga menambahkan, bahwa masyarakat di sekitar posko KKN-PPL sangat mendukung kegiatan ini, hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan berupa Kitab Iqra’ dan Al-Qur’an dari salah satu warga yang tinggal di kelurahan Cabenge, Soppeng.

*_Posted by_: Dep. Infokom LDF SCRN FIP UNM*

LDF SCRN Pandu Mahasiswa Sukses Di Bidang Akademik Dan Spritual Melalui Tematik 2018

Dilansir dari Profesi UNM (16 September 2018) Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Study Club Raudhatun Ni’mah (SCRN) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Training Emosional Spiritual dan Intelektual (Tematik) 2018. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Tarbiyah FIP UNM, Sabtu (15/9).

Panitia pelaksana Tematik Nasrul mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang keislaman yang benar, sehingga mampu mendorong mahasiswa sukses disegala bidang, terkhusus cerdas dalam bidang akademik terlebih lagi bertaqwa kepada sang pencipta.

“Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman baru tentang dasar-dasar keislaman yang benar, baik dalam segi akhlak, menuntut ilmu, serta menuntun mahasiswa agar sukses akademik dan spiritual (cerdas dan bertaqwa),”. Ujarnya.

Mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan juga menambahkan, kegiatan ini juga memberikan gambaran berupa problematika kaum remaja dan cara mengatasinya. serta memperkenalkan LDF SCRN kepada mahasiswa.

“Tidak hanya itu, kegiatan ini memberikan gambaran kepada mahasiswa baru tentang problematika yang terjadi pada kaum remaja dan cara mengatasinya. Juga sekaligus memperkenalkan LDF SCRN sebagai lembaga yang legal di FIP,”. Tambahnya.

“Harapannya Mahasiswa mampu menyeimbangkan antara intelektual dan spiritual,”. Harap Nasrul. (*)

*Reporter : Muh. Nur Taufik